Labuhanbatu Selatan, bintangharian.com — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Labuhanbatu Selatan pada Selasa (14/10/2025) di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labusel berlangsung dengan tegas dan penuh semangat. Massa aksi menuntut agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan buku pelajaran sekolah dasar (SD) tahun anggaran 2024.
Aksi damai tersebut mendapat pengawalan ketat dari Satpol PP dan personel Polres Labuhanbatu Selatan. Massa membawa poster dan spanduk berisi kritik serta tuntutan transparansi di tubuh Dinas Pendidikan.
Dalam orasinya, Fahri, selaku Koordinator Aksi GEMPA, menyampaikan bahwa pengadaan buku pelajaran senilai hampir Rp991 juta diduga kuat bermasalah dan harus segera diusut tuntas.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan. Dugaan korupsi dalam proyek buku pelajaran ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut masa depan pendidikan di Labusel,” tegas Fahri di tengah aksi.
GEMPA secara resmi menyuarakan empat tuntutan utama, yakni: 1. Meminta Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan memanggil dan memeriksa Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang diduga menerima upeti dari pengadaan buku pelajaran SD tahun 2024, 2. Menuntut Kejaksaan Negeri Labusel memanggil dan memeriksa Manajer BOS, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kabid Sekolah Dasar, yang diduga menerima gratifikasi, sebagaimana disebutkan dalam kontrak kerja antara Manajer BOS dan pihak CV. Yusira Smart, 3. Meminta Kapolres Labusel segera memanggil dan memeriksa Manajer BOS dan Kepala Dinas Pendidikan atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana korupsi tersebut dan 4. Menyerukan kepada seluruh aparat penegak hukum untuk menindak tegas semua pihak yang diduga terlibat sesuai dengan hukum yang berlaku.
Fahri menambahkan, GEMPA tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga aparat penegak hukum benar-benar menindaklanjuti laporan mereka.
“Kami akan terus turun ke jalan bila kasus ini dibiarkan menguap. Pendidikan harus bersih dari praktik korupsi,” ujarnya lantang.
Melalui aksi tersebut, GEMPA menegaskan komitmennya untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia di Labusel.












