Berita  

Emosi Memuncak, Aksi Demo Nyaris Terjadi di SDN 08 Sisumut Soal Kasus Pelecehan

Labuhanbatu Selatan, bintangharian.com — Puluhan warga Desa Sisumut, khususnya para orang tua siswi korban pelecehan, mendesak agar oknum guru PJOK berinisial ANS di SDN 08 Sisumut segera ditangkap dan diproses secara hukum. Desakan itu disampaikan saat pertemuan antara warga dengan pihak sekolah di kantor SDN 08 Sisumut, Senin (25/8/2025).

Awalnya, warga berencana melakukan aksi demonstrasi di sekolah, namun berhasil dicegah setelah tokoh masyarakat, pemerintah desa, kepolisian, Babinsa, serta pihak komite sekolah memberikan pemahaman agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib demi tidak mengganggu proses belajar mengajar.

M. Syafrizal (30), salah satu orang tua korban, menyampaikan kekecewaannya kepada pihak sekolah. Ia menilai kasus ini tidak ditangani serius sejak awal.

“Saya sangat kecewa. Ternyata ini bukan pertama kalinya. Dulu pernah ada kasus serupa, tapi pihak sekolah tetap membiarkan ANS mengajar. Kalau sejak awal diberhentikan, kasus ini tidak akan terulang menimpa anak-anak kami,” tegasnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Badan Kenaziran Masjid Baiturrahman Blok Songo, Hardi Winoto (55). Ia mengingatkan masyarakat agar tetap sabar dan tidak bertindak anarkis.

“Kita semua menyayangkan kejadian ini. Namun jangan sampai emosi, serahkan saja sepenuhnya kepada kepolisian. Laporan sudah masuk ke Polres Labusel, dan saya yakin aparat akan segera bertindak,” ujarnya.

Menanggapi keresahan warga, Korwil UPTD Pendidikan Kecamatan Kotapinang, Timbul Amar Hotib, yang baru dua minggu menjabat, menyampaikan permohonan maaf dan komitmennya untuk menjamin keselamatan siswa ke depan.

Saya mohon maaf atas kejadian ini. Pihak sekolah akan lebih ketat menjaga anak-anak. Untuk kasus ini, biarlah proses hukum berjalan dan kami siap membantu jika diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 08 Sisumut, Mariani, mengakui adanya laporan serupa sebelumnya. Ia menyatakan sempat memberikan kesempatan kepada ANS setelah mediasi dengan orang tua korban.

“Dulu memang pernah ada laporan, tetapi setelah guru yang bersangkutan meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi, orang tua korban pun memaafkan. Karena itu dia masih kami izinkan mengajar. Namun saya akui, itu adalah kesalahan saya,” ungkapnya dengan nada penyesalan.

Perwakilan Kepolisian yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa kasus ini sudah mendapat atensi Kapolres Labuhanbatu Selatan.

“Laporan sudah masuk ke Polres. Kami meminta masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan mempercayakan sepenuhnya kepada kepolisian. Kasus ini akan segera ditangani sesuai hukum,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah desa, Babinsa Kotapinang, Kanit Reskrim Polsekta Kotapinang, jajaran Polres Labusel, Ketua Komite SDN 08 Sisumut, serta tokoh masyarakat Blok Songo.

Writer: R.A. Silaban Editor: Jamal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *