Labuhanbatu Selatan, bintangharian.com – Upaya kepolisian dalam menindaklanjuti keresahan warga terkait maraknya penyalahgunaan narkoba di Dusun Bom, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, belum membuahkan hasil maksimal. Penggerebekan dua rumah yang diduga kerap dijadikan lokasi penyalahgunaan narkotika pada Jumat (30/01/2026) diduga telah bocor sebelum petugas tiba di lokasi.
Penggerebekan tersebut dilakukan oleh jajaran Polsek Kotapinang dan dipimpin langsung Panit I Reskrim, Ipda Tobing, sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.
Salah satu rumah yang menjadi sasaran penggerebekan adalah milik ED (52), seorang janda yang sehari-hari berjualan miso, pecal, dan lontong pecal di depan rumahnya. Namun, saat petugas tiba, tidak satu pun orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba ditemukan di lokasi. Kondisi rumah sudah dalam keadaan kosong, sehingga kuat dugaan informasi penggerebekan telah bocor sebelumnya.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rumah-rumah yang menjadi target. Proses penggeledahan turut disaksikan langsung oleh Penjabat Kepala Desa Sisumut, Siti Handayani Siregar, bersama perangkat desa, mulai dari kepala dusun hingga kaur desa.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat Desa Sisumut yang resah terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di lingkungannya. Penggerebekan kami lakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh pemerintah desa,” ujar Ipda Tobing kepada wartawan.
Dari hasil penggerebekan di dua rumah tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas sandang bermotif loreng, pipet, bong, serta 10 lembar plastik klip putih yang diduga bekas tempat sabu-sabu dan telah dalam kondisi kosong.
Ipda Tobing juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak pernah mencoba narkotika dalam bentuk apa pun.
“Narkoba sangat berbahaya. Dampaknya bisa merusak mental, kepribadian, bahkan membuat seseorang kehilangan kewarasan. Jauhi narkoba, karena hidup sehat jauh lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Sisumut, Siti Handayani Siregar, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Polsek Kotapinang dalam menindaklanjuti laporan warga.
“Atas nama pemerintah desa, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian yang sigap turun langsung menjaga desa kami dari ancaman narkoba. Kami bangga dan hormat kepada Polsek Kotapinang,” ungkapnya.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rahmad Aruan, yang turut serta dalam tim penggerebekan, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam memerangi narkoba.
“Kami tetap konsisten mendukung pihak kepolisian. Narkoba adalah perusak akhlak dan kepribadian, bahkan bisa membuat seseorang kehilangan akal sehat. Penggerebekan ini harus menjadi peringatan keras bagi para pelaku,” ujarnya.
Meski tidak menemukan pelaku di lokasi, penggerebekan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa aparat bersama masyarakat dan pemerintah desa tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di Desa Sisumut dan wilayah Labuhanbatu Selatan secara umum.












